Free Essay

Mea (Masyarakat Ekonomi Asia)

In: Business and Management

Submitted By brigitanovena
Words 2944
Pages 12
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) atau Pasar Bebas Asia merupakan kawasan yang akan dibentuk oleh Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara. Bertujuan untuk meminimalisasi adanya hambatan-hambatan dalam melakukan perdagangan lintas kawasan. Memungkinkan satu negara dapat menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara lain di kawasan Asia Tenggara yang tentunya akan membuat kompetisi antar negara semakin ketat. Oleh karena itu, keberadaan MEA menjadi sebuah langkah awal bagi Indonesia untuk mengembangkan kualitas perdagangan khusunya di kawasan Asia Tenggara. MEA memiliki dua sisi bagi Indonesia. Yang pertama, MEA menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas sumber daya yang dimiliki Indonesia. Yang kedua, dapat menjadi bumerang bagi Indonesia apabila tidak memanfaatkannya dengan baik. Berkurangnya hambatan perdagangan akan berdampak pada meningkatnya kuantitas ekspor dan impor yang akhirnya akan meningkatkan Gross Domestic Product bagi Indonesia. Dengan adanya perdagangan bebas, Indonesia dapat meningkatkan ekspor. Kegiatan ekspor impor dapat menumbuhkan hubungan harmonis antarbangsa. Ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi pada industri impor ke industri ekspor. Akan tetapi harus tetap waspada akan resiko kompetisi yang muncul dengan banyaknya barang impor yang masuk dan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk luar negeri yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, harus dilakukan prediksi atau peramalan terhadap ekspor dan impor dalam perekonomian Indonesia menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

II. PERUMUSAN MASALAH 1. Apakah peluang dan tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi MEA? 2. Apakah kegiatan ekspor impor memengaruhi perekonomian Indonesia? 3. Berapa peramalan nilai ekspor dan impor yang dapat dicapai oleh Indonesia beberapa tahun kedepan? III. LANDASAN TEORI Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) suatu program bagi negara-negara Asia Tenggara utnuk lebih meningkatkan kualitas ekonomi khususnya perdagangan agar dapat menjadi sebuah akses yang lebih mudah dalam menerapkan penghapusan bea masuk. Rencananya MEA akan berlaku akhir tahun 2015 dan diberlakukan secara bertahap sehingga kawasan negara ASEAN berada pada satu wilayah perdagangan.Negara-negara di kawasan Asia Tenggara saling bersaig dalam melakukan perdagangan. Dengan daya saing yang tinggi, perekonomian dapat menjaga pertumbuhan ekonominya dan mulai membangun kehidupan negara yang teratur. Oleh sebab itu, banyak negara tetap mengandalkan kekuatan perdagangan untuk membangun ekonominya dan selalu menjaga daya saingnya agar selalu eksis dalam perdagangan dunia. Pembentukan MEA di landaskan pada empat dasar. Pertama, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan pilar terakhir adalah integrasi ke ekonomi global. Dengan dimulainya MEA maka setiap negara anggota ASEAN harus menghapuskan batas teritori dalam sebuah pasar bebas. MEA akan menyatukan pasar setiap negara dalam kawasan menjadi pasar tunggal. Juga menjadi sebuah kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

BAB II PEMBAHASAN A. Peluang dan tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi MEA * Peluang Bagi Indonesia, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Dengan adanya pasar bebas, barang indonesia dapat memperluas jangkauan ekspor dan impor tanpa ada biaya dan penahanan barang terlalu lama di bea cukai, selain itu para tenaga kerja Indonesia dapat bekerja di negara anggota ASEAN dengan bebas dan sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya. Serta para investor dapat memperluas ruang investasi tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN. * Tantangan Tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan komoditas homogen yang diperjual belikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik. Indonesia masih memiliki tingkat peraturan yang kurang mengikat sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tantangan terbesar dalam menghadapi MEA adalah Indonesia seharusnya “menyerang” bukan “bertahan”. Karena apabila hanya bertahan atau hanya berbisnis di dalam negeri, maka daya saing yang di miliki tidak akan berkembang. Harus disadari bahwa banyak peluang yang masih dapat dimanfaatkan, yang tentunya semua itu sanggup dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Faktor-faktor untuk meningkatkan daya saing, yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia, yakni: * Infrastruktur
Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2013/2014 yang dibuat oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-38. Sementara itu kualitas infrastruktur Indonesia menempati peringkat ke-82 dari 148 negara atau berada pada peringkat ke-5 diantara negara-negara inti ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur Indonesia masih jauh tertinggal.

* Biaya Logistik Dampak dari rendahnya infrastruktur berpengaruh pada semakin mahalnya biaya logistik di Indonesia. Perdagangan menjadi kurang efisien mengingat biaya logistik yang mahal dibandingkan negara anggota ASEAN. Berdasarkan Logistic Performance Index (LPI, 12), Indonesia menempati peringkat ke-59 dari 155 negara, di bawah peringkat Thailand, Filipina, dan Vietnam. * Sumber Daya Manusia Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, tidak akan memberikan keuntungan apa pun tanpa adanya perbaikan kualitas SDM. Data dari ASEAN Productivity Organization (APO) menunjukkan dari 1000 tenaga kerja Indonesia hanya ada sekitar 4,3% yang terampil, sedangkan Filipina 8,3%, Malaysia 32,6%, dan Singapura 34,7%. Berdasarkan struktur pasar, tenaga kerja didominasi oleh pekerja lulusan SD (80%) sementara lulusan Perguruan Tinggi hanya 7%, dimana saat ini sebagian dunia kerja mensyaratkan lulusan Perguruan Tinggi. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Malaysia yang sebagian besar penduduknya lulusan S1. * UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Dari delapan aturan kunci peringkat kompetitif dunia yang dikeluarkan oleh International Institute for Management Development (IMD), salah satunya adalah dukungan terhadap UMKM. Pada masa krisis moneter, UMKM mampu bertahan dan terus berkembang, hal tersebut dapat memberikan peluang peningkatan daya saing. Namun demikian, UMKM masih berada pada area kurang diperhatikan oleh pemerintah. * Pertanian Salah satu jantung perekonomian Indonesia adalah pertanian. Peningkatan keunggulan komparatif di sektor prioritas integrasi, antara lain adalah pembangunan pertanian perlu terus dilakukan, mengingat bahwa luas daratan yang dimiliki Indonesia lebih besar dan tingkat konsumsi yang tinggi terhadap hasil pertanian. B. Pengaruh Kegiatan Ekspor dan Impor terhadap perekonomian Indonesia
Ekspor dan Impor merupakan faktor penting yang berdampak dalam perkembangan perekonomian. GDP (Gross Domestic Product) yang merupakan sumber pendapatan negara. Sebagai masyarakat, harus mampu menggali segala sesuatu sumber daya yang ada di negara Indonesia. Ekspor impor menggambarkan adanya perdagangan yang merupakan konsep dari ekonomi pembangunan, dengan adanya perdagangan Internasional.
Ekspor dan impor memegang peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses produksi yang akan membentuk nilai tambah. Agregasi nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi dalam perekonomian merupakan nilai Produk Domestik Bruto (PDB).
Ekspor merupakan kegiatan ekonomi yang sudah lama dilakukan oleh Indonesia. Sekitar tahun 1993, kegiatan ekspor dan impor mulai digalakkan dan menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik, menjadi sesuatu yang sangat lazim. Persaingan sangat tajam antar berbagai produk. Selain harga, kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk. Para ahli mengatakan bahwa ekspor dan investasi merupakan”Engine of Growth”. Oleh karena itu, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkesinambungan pada umumnya didukung oleh peningkatan ekspor dan investasi. Dalam perdagangan luar negeri, ekspor dibagi menjadi ekspor minyak dan gas (migas) dan ekspor non minyak dan gas (non migas).

C. Peramalan nilai ekspor dan impor Indonesia:
Variabel yang digunakan untuk memprediksi perekonomian Indonesia adalah ekspor dan impor. Data ekspor, impor migas dan non-migas diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang tersedia di BPS merupakan data ekspor impor migas dan non-migas dari tahun 1990-2012. Untuk memprediksi seperti apa keadaan perekonomian Indonesia menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), maka perlu dilakukan peramalan pada tahun 2013 sampai 2016 kedepan. Data tersebut diolah menggunakan forecast dengan menggunakan metode procast. Metode procast digunakan karena dapat menentukan metode mana yang paling baik dan cocok untuk mengolah data tersebut. Dalam peramalan ini, procast menentukan bahwa metode yang paling baik dan cocok untuk digunakan adalah metode Holt-Winters. Dari hasil pengolahan data, dapat dilihat bahwa prediksi nilai ekspor dan impor baik migas dan non-migas terus naik dari tahun 2013-2016. Pada akhir tahun 2012 diketahui bahwa nilai ekspor migas sejumlah 36.977,3 juta US$. Lalu diprediksi terus mengalami peningkatan pada akhir tahun 2015 senilai 49.195,25 juta US$ dan akhir tahun 2016 senilai 46.332,54 juta US$. Ekspor non-migas akhir tahun 2012 diketahui senilai 153.043 juta US$. Ekspor non-migas diprediksi akan mengalami peningkatan di akhir tahun 2015 senilai 208.368,78 juta US$ dan akhir tahun 2016 senilai 210.357,26 juta US$. Dengan hasil tersebut dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang dilihat dari tingkat nilai ekpor akan terus naik menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Pada akhir tahun 2012 diketahui bahwa nilai impor migas sejumlah 42.564,2 juta US$. Lalu diprediksi terus mengalami peningkatan pada akhir 2015 senilai 47.254,89 juta US$ dan akhir tahun 2016 senilai 56.136,72 juta US$. Impor non-migas akhir tahun 2012 diketahui senilai 149.125,3 juta US$. Diprediksi akan mengalami peningkatan pada akhir tahun 2015 senilai 213.759,81 juta US$ dan pada akhir 2016 senilai 217.795,97 juta US$. Dengan hasil tersebut dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang dilihat dari tingkat niali impor akan terus naik menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dari proses peramalan dengan metode Holt-Winters diketahui bahwa assurancy measures sebagai berikut: * Ekspor Migas MAPE = 12.78% R-square = 85.28% RMSE = 3.427,84 Artinya, bahwa tingkat error (MAPE) rendah yaitu yang senilai 12.78%. Tingkat error (RMSE) rendah senilai 3.427,84. R-square menunjukkan tingkat kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat sebesar 85.28%. Semakin kecil nilai MAPE serta RMSE menunjukkan data semakin baik. Dan semakin tinggi nilai R-square menunjukkan semakin baiknya data. * Ekspor Non-Migas MAPE = 9.97% R-square = 95.59% RMSE = 8.660,83 Artinya, bahwa tingkat error (MAPE) rendah yaitu yang senilai 9.97%. Tingkat error (RMSE) rendah senilai 8.660,83. R-square menunjukkan tingkat kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat sebesar 95.59%. Semakin kecil nilai MAPE serta RMSE menunjukkan data semakin baik. Dan semakin tinggi nilai R-square menunjukkan semakin baiknya data. * Impor Migas MAPE = 37.01% R-square = 89.65% RMSE = 3.995,15 Artinya, bahwa tingkat error (MAPE) cukup tinggi yaitu yang senilai 37.01%. Tingkat error (RMSE) rendah senilai 3.995,15. R-square menunjukkan tingkat kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat sebesar 89.65%. Semakin kecil nilai MAPE serta RMSE menunjukkan data semakin baik. Dan semakin tinggi nilai R-square menunjukkan semakin baiknya data. * Impor Non-Migas MAPE = 17.98% R-square = 91.60% RMSE = 10.773,04 Artinya, bahwa tingkat error (MAPE) rendah yaitu yang senilai 17.98%. Tingkat error (RMSE) rendah senilai 10.773,04. R-square menunjukkan tingkat kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat sebesar 91.60%. Semakin kecil nilai MAPE serta RMSE menunjukkan data semakin baik. Dan semakin tinggi nilai R-square menunjukkan semakin baiknya data. BAB III KESIMPULAN Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk semakin meningkatkan perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Begitu banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai perekonomian Indonesia yang lebih baik kedepannya. Namun, tantangan dalam menghadapi MEA tentunya menjadi hal yang patut dipertimbangkan untuk mengambil langkah, keputusan serta kebijakan yang terbaik bagi Indonesia. Walaupun begitu, dengan adanya semangat dan kerja keras memupuk banyak peluang yang masih dapat dimanfaatkan, semua tantangan dapat terlewati dan hal itu pasti sanggup dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Ekspor dan impor menjadi salah satu dari banyak variabel yang dapat digunakan untuk mengukur dan mengetahui seberapa baik kondisi perekonomian Indonesia. Ekspor dan impor memegang peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku dan barang modal yang diperlukan dalam proses produksi yang akan membentuk nilai tambah. Nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi dalam perekonomian merupakan nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Maka, semakin besar nilai ekspor dan impor, menunjukkan semakin baiknya kondisi perekonomian sebuah negara. Dari hasil forecast terhadap variabel ekspor dan impor dari tahun 1990 sampai 2012, dapat dilihat bahwa nilai ekspor dan impor Indonesia sampai akhir tahun 2016 akan mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil dari peramalan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) akan terus meningkat. Hal tersebut menjadi langkah awal yang baik bagi Indonesia untuk turut serta mengembangkan kualitas perdagangan dalam menciptakan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara.

DAFTAR BACAAN http://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/897 http://crmsindonesia.org/knowledge/crms-articles/peluang-tantangan-dan-risiko-bagi-indonesia-dengan-adanya-masyarakat-ekonomi http://www.crmsindonesia.org/node/624 http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7911 http://www.pikiran-rakyat.com/node/303163 http://ekonomi.kabo.biz/2014/08/masyarakat-ekonomi-asean-mea.html Putong, Iskandar. 2003. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

LAMPIRAN Tabel Nilai Ekspor dan Impor (juta US$) 1990-2012 [Diolah dari dokumen kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai (PEB dan PIB)] Tahun | Nonmigas | Migas | Jumlah | | Ekspor | Impor | Ekspor | Impor | Ekspor | Impor | 1990 | 14604.2 | 19916.6 | 11071.1 | 1920.4 | 25675.3 | 21837 | 1991 | 18247.5 | 23558.5 | 10894.9 | 2310.3 | 29142.4 | 25868.8 | 1992 | 23296.1 | 25164.6 | 10670.9 | 2115 | 33967 | 27279.6 | 1993 | 27077.2 | 26157.2 | 9745.8 | 2170.6 | 36823 | 28327.8 | 1994 | 30359.8 | 29616.1 | 9693.6 | 2367.4 | 40053.4 | 31983.5 | 1995 | 34953.6 | 37717.9 | 10464.4 | 2910.8 | 45418 | 40628.7 | 1996 | 38093 | 39333 | 11721.8 | 3595.5 | 49814.8 | 42928.5 | 1997 | 41821.1 | 37755.7 | 11622.5 | 3924.1 | 53443.6 | 41679.8 | 1998 | 40975.5 | 24683.2 | 7872.1 | 2653.7 | 48847.6 | 27336.9 | 1999 | 38873.2 | 20322.2 | 9792.2 | 3681.1 | 48665.4 | 24003.3 | 2000 | 47757.4 | 27495.3 | 14366.6 | 6019.5 | 62124 | 33514.8 | 2001 | 43684.6 | 25490.3 | 12636.3 | 5471.8 | 56320.9 | 30962.1 | 2002 | 45046.1 | 24763.1 | 12112.7 | 6525.8 | 57158.8 | 31288.9 | 2003 | 47406.8 | 24939.8 | 13651.4 | 7610.9 | 61058.2 | 32550.7 | 2004 | 55939.3 | 34792.5 | 15645.3 | 11732 | 71584.6 | 46524.5 | 2005 | 66428.4 | 40243.2 | 19231.6 | 17457.7 | 85660 | 57700.9 | 2006 | 79589.1 | 42102.6 | 21209.5 | 18962.9 | 100798.6 | 61065.5 | 2007 | 92012.3 | 52540.6 | 22088.6 | 21932.8 | 114100.9 | 74473.4 | 2008 | 107894.2 | 98644.4 | 29126.3 | 30552.9 | 137020.4 | 129197.3 | 2009 | 97491.7 | 77848.5 | 19018.3 | 18980.7 | 116510 | 96829.2 | 2010 | 129739.5 | 108250.6 | 28039.6 | 27412.7 | 157779.1 | 135663.3 | 2011 | 162019.6 | 136734.1 | 41477 | 40701.5 | 203496.6 | 177435.6 | 2012 | 153043 | 149125.3 | 36977.3 | 42564.2 | 190020.3 | 191689.5 |

Penyederhanaan tabel untuk mempermudah proses forecast: * Impor Migas dan Non-Migas Tahun | Nonmigas | | Tahun | Migas | 1990 | 14604.2 | | 1990 | 11071.1 | 1991 | 18247.5 | | 1991 | 10894.9 | 1992 | 23296.1 | | 1992 | 10670.9 | 1993 | 27077.2 | | 1993 | 9745.8 | 1994 | 30359.8 | | 1994 | 9693.6 | 1995 | 34953.6 | | 1995 | 10464.4 | 1996 | 38093 | | 1996 | 11721.8 | 1997 | 41821.1 | | 1997 | 11622.5 | 1998 | 40975.5 | | 1998 | 7872.1 | 1999 | 38873.2 | | 1999 | 9792.2 | 2000 | 47757.4 | | 2000 | 14366.6 | 2001 | 43684.6 | | 2001 | 12636.3 | 2002 | 45046.1 | | 2002 | 12112.7 | 2003 | 47406.8 | | 2003 | 13651.4 | 2004 | 55939.3 | | 2004 | 15645.3 | 2005 | 66428.4 | | 2005 | 19231.6 | 2006 | 79589.1 | | 2006 | 21209.5 | 2007 | 92012.3 | | 2007 | 22088.6 | 2008 | 107894.2 | | 2008 | 29126.3 | 2009 | 97491.7 | | 2009 | 19018.3 | 2010 | 129739.5 | | 2010 | 28039.6 | 2011 | 162019.6 | | 2011 | 41477 | 2012 | 153043 | | 2012 | 36977.3 | Hasil Forecast (2013-2016) MIGAS

* Ekspor Migas Tingkat Error dari peramalan metode Hot-Winters: Forecast -- Holt-Winters Selected | | | Date | Annual | 2013 | 39,444.55 | 2014 | 45,748.87 | 2015 | 49,195.25 | 2016 | 46,332.54 | Accuracy Measures | | Value | MAPE | | | 12.78% | R-Square | | | 85.28% | Root Mean Square Error | | 3,427.84 | | | |

NON-MIGAS

* Ekspor Non-Migas Tingkat Error peramalan dengan metode Hot-Winters: Forecast -- Holt-Winters Selected | | | Date | Annual | 2013 | 177,202.69 | 2014 | 200,403.36 | 2015 | 208,369.78 | 2016 | 210,357.26 | | | Accuracy Measures | | Value | MAPE | | | 9.97% | R-Square | | | 95.59% | Root Mean Square Error | | 8,660.83 |

* IMPOR Migas dan Non-Migas Tahun | Nonmigas | | Tahun | Migas | 1990 | 19916.6 | | 1990 | 1920.4 | 1991 | 23558.5 | | 1991 | 2310.3 | 1992 | 25164.6 | | 1992 | 2115 | 1993 | 26157.2 | | 1993 | 2170.6 | 1994 | 29616.1 | | 1994 | 2367.4 | 1995 | 37717.9 | | 1995 | 2910.8 | 1996 | 39333 | | 1996 | 3595.5 | 1997 | 37755.7 | | 1997 | 3924.1 | 1998 | 24683.2 | | 1998 | 2653.7 | 1999 | 20322.2 | | 1999 | 3681.1 | 2000 | 27495.3 | | 2000 | 6019.5 | 2001 | 25490.3 | | 2001 | 5471.8 | 2002 | 24763.1 | | 2002 | 6525.8 | 2003 | 24939.8 | | 2003 | 7610.9 | 2004 | 34792.5 | | 2004 | 11732 | 2005 | 40243.2 | | 2005 | 17457.7 | 2006 | 42102.6 | | 2006 | 18962.9 | 2007 | 52540.6 | | 2007 | 21932.8 | 2008 | 98644.4 | | 2008 | 30552.9 | 2009 | 77848.5 | | 2009 | 18980.7 | 2010 | 108250.6 | | 2010 | 27412.7 | 2011 | 136734.1 | | 2011 | 40701.5 | 2012 | 149125.3 | | 2012 | 42564.2 | Hasil Forecast (2013-2016) MIGAS * Impor Migas Tingkat Error dari peramalan metode Holt-Winters: Forecast -- Holt-Winters Selected | | | Date | Annual | 2013 | 37,035.03 | 2014 | 41,503.04 | 2015 | 47,254.89 | 2016 | 56,136.72 | Accuracy Measures | | Value | MAPE | | | 37.01% | R-Square | | | 89.65% | Root Mean Square Error | | 3,995.15 |

NON-MIGAS

* Impor Non-Migas Tingkat Error peramalan dengan metode Holt-Winters: Forecast -- Holt-Winters Selected | | | Date | Annual | 2013 | 149,400.90 | 2014 | 178,555.02 | 2015 | 213,759.81 | 2016 | 217,795.97 | Accuracy Measures | | Value | MAPE | | | 17.98% | R-Square | | | 91.60% | Root Mean Square Error | | 10,773.04 |

FOTO DIRI…...

Similar Documents

Free Essay

Pemberdayaan Masyarakat

...PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: ∗ Konsep Pembangunan Yang Berakar Pada Masyarakat ∗ Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Disampaikan pada Sarasehan DPD GOLKAR Tk. I Jawa Timur Surabaya, 14 Maret 1997 I. Pendahuluan Sesuai dengan tujuan mata kuliah ini yaitu, untuk membahas konsep-konsep pembangunan yang bertumpu pada masyarakat sebagai jembatan antara pembangunan mikro dan makro, maka pada kesempatan ini bahasan pokok yang akan disampaikan adalah tentang pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaaan masyarakat mencakup pengertian pembangunan masyarakat (community development) dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (community-based development) Pertama-tama perlu terlebih dahulu dipahami arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. Suatu masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental serta terdidik dan kuat serta inovatif, tentunya memiliki keberdayaan yang tinggi. Namun, selain nilai fisik di atas, ada pula nilai-nilai intrinsik dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan, seperti nilai kekeluargaan, kegotong-royongan, kejuangan, dan yang khas pada masyarakat kita, kebinekaan. Keberdayaan masyarakat adalah unsur-unsur yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan (survive), dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri......

Words: 12397 - Pages: 50

Free Essay

Resume Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi

...RESUME ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008 ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 1981 sampai dengan 2005 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi ketimpangan tersebut. Data yang digunakan peneliti adalah data sekunder yang terdiri dari data runtut waktu dari 1981 sampai dengan 2005 yang diperoleh dari Kantor Statistik, Kantor Badan Penanama Modal dan BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah yang diukur dengan Indesk Williamson dalam kurun waktu 1981 sampai dengan 2005 cenderung relatif meningkat. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa hasil investasi swasta perkapita (X1) menunjukkan t hitung sebesar -2,362, variabel ratio angkatan kerja (X2) menunjukkan t hitung sebesar -2,128, variabel alokasi dana pembangunan perkapita (X3) menunjukkan t hitung sebesar 7,184 dengan angka signifikansi lebih kecil 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial dan signifikan berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Nilai F hitung sebesar 1,899, dengan angka signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen yaitu investasi swasta perkapita, ratio angkatan kerja, dan alokasi dana......

Words: 15296 - Pages: 62

Free Essay

Pemikiran Ekonomi Syeikh Arshad Al-Banjari

...BEBERAPA ASPEK PEMIKIRAN EKONOMI SYEIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI BERKAITAN ZAKAT: ANALISIS TERHADAP KITAB SABIL AL-MUHTADIN Muhammad Yusri bin Yusof @ Salleh Mohd Zahirwan Halim bin Zainal Abidin Paiz bin Hassan Hamdi Rahman bin Mohd Yaacob yusri613@perak.uitm.edu.my paiz4186@perak.uitm.edu.my (Pusat Pemikiran dan Kefahaman Islam, UiTM Perak, Kampus Seri Iskandar) ABSTRAK Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah seorang ulama’ tersohor di Rantau Alam Melayu. Beliau adalah di antara rangkaian ulama’ yang dilahirkan di Kepulauan Borneo. Mengikut Almarhum Sheikh Wan Mohd Shaghir bin Abdullah, Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dilahirkan di Kampung Lok Gabang, Martapura, Banjarmasin. Beliau bukan sahaja seorang pakar rujuk dalam bidang keagamaan bahkan seorang penulis yang sangat prolifik dengan karya-karyanya dalam pelbagai bidang. Antara karya masyhur beliau adalah Sabil al-Muhtadin yang mengupas aspek-aspek fiqh yang bersifat praktikal dan semasa serta menjadi rujukan dan panduan bagi pelajar dan sarjana Islam di Nusantara. Kertas kerja ini akan mengupas pemikiran ekonomi beliau ketika membahaskan aspek-aspek berkaitan fiqh zakat berdasarkan kepada penulisan beliau dalam kitab Sabil al-Muhtadin. Kata Kunci : Ekonomi, zakat, sabil al-Muhtadin, Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama Borneo BIODATA SYEIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah ulama yang......

Words: 3824 - Pages: 16

Free Essay

Peranan Masyarakat Wujud Perpaduan

...Peranan Masyarakat kearah integrasi dan perpaduan di Malaysia Objektif : 1. Pentingnya kerjasama dan penglibatan masyarakat dalam mewujudkan perpaduan dan integrasi. 2. Pentingnya toleransi dan kesefahaman antara masyarakat. 3. Besarnya peranan masyarakat dalam menyokong usaha kerajaan dalam membentuk perpaduan dan integrasi. 4. Aktiviti-aktiviti kemasyarakatan yang mampu memupuk ke arah integrasi & perpaduan. Pendahuluan : INTEGRASI * Proses bagi mewujudkan satu identiti nasional di kalangan kumpulan yang terpisah dari segi kebudayaan, sosial dan lokasi dalam sesebuah unit politik. * Proses yang menyatupadukan pelbagai kelompok dalam masyarakat melalui satu identiti bersama. * Bagi negara yang berbilang bangsa, proses ini merupakan satu matlamat utama yang perlu diusahakan agar berjaya. Kejayaan Malaysia mengekalkan keamanan dalam tempoh yang lama dengan rakyat berbilang bangsa dan kepercayaan adalah satu contoh terbaik kejayaan proses integrasi. PERPADUAN * Proses penyatuan semua aspek seperti fizikal, sosial, ekonomi & politik tetapi bukan bersifat biologikal. Bertujuan supaya setiap anggota masyarakat dpt membentuk satu identiti & nilai bersama serta perasaan cinta & banggakan tanah air. * Perpaduan rakyat Malaysia adalah satu perkara penting yang perlu diberi perhatian dalam proses pembangunan negara. Selain daripada aspek ekonomi dan politik, perpaduan juga merupakan agenda penting dalam kemajuan...

Words: 2037 - Pages: 9

Free Essay

Ekonomi Mikro

...PENDAHULUAN Definisi Ilmu Ekonomi Ilmu Ekonomi adalah studi mengenai penggunaan sumber daya yang langka (scare resources) untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas (unlimited human wants) (Lipsey, Steiner,Purvis, Courant, 1999) Ilmu Ekonomi adalah studi mengenai bagaimana individu dan masyarakat memilih menggunakan sumber daya yang langka yang telah disediakan oleh alam dan generasi sebelumnya. (Case and Fair, 2002) Alasan mempelajari Ilmu Ekonomi • Mempelajari Cara Berpikir Ada 3 konsep yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan sehari-hari, yaitu : a. OPPORTUNITY COST Perusahaan dan pemerintah harus mengambil suatu keputusan. Setiap keputusan yang diambil menimbulkan pertukaran (trade off). Biaya total dari mengambil suatu keputusan/pilihan adalah apa yang kita korbankan dengan tidak melakukan pilihan alternatif. Alternatif disebut biaya peluang (opportunity cost). Contoh Opportunity Cost : Seseorang memiliki uang sejumlah tertentu (misalnya : Rp. 200 juta). Jika uang tersebut ia simpan di rumah atau ia pinjamkan pada seseorang tanpa bunga, dan jika bunga simpanan di bank adalah 10% per tahun, maka ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan bunga sebesar Rp. 20 juta setahun. Dalam hal ini opportunity cost-nya adalah sebesar 10% atau Rp. 20 juta. b. MARGINALISM dan SUNK COST Dalam mempertimbangkan biaya dan manfaat (cost and benefit) dari suatu keputusan......

Words: 3079 - Pages: 13

Free Essay

Mencari Definisi Ekonomi Islam

...Mencari Definisi Ekonomi Islam PENDAHULUAN Dewasa ini masyarakat Islam Malaysia semakin peka dengan isu yang melibatkan permasalahan hukum dalam kehidupan harian. Peningkatan ini boleh dilihat dengan ketara melalui penglibatan persatuan-persatuan pengguna Islam yang membangkitkan isu-isu berkaitan. Selain itu keprihatinan masyarakat Islam dalam memilih produk berlogo halal juga boleh dijadikan kayu pengukur yang tersendiri. Dalam hal ini, kita boleh lihat pendirian Persatuan Pengguna Islam dalam berhadapan dengan isu kilang membuat mi di Pulau Pinang sedikit masa lalu. Hal ini telah memberi gambaran bahawa tahap kesedaran masyarakat Islam di Malaysia semakin meningkat hari demi hari. Pada masa yang sama, produk kewangan Islam sudah mendapat tempat di hati pengguna sistem perbankan. Motto Bank Islam iaitu “Perbankan untuk semua” bukan hanya impian dan omongan kosong sahaja. Sudah acapkali kita terserempak dengan orang bukan Islam berurusan di kaunter-kaunter atau auto-teller machine (ATM). Malah peningkatan deposit dalam sektor kewangan Islam menjadi indikator penting membuktikan perbankan Islam semakin diterima umum. Hakikatnya pembangunan ekonomi Islam bukan saja dibincangkan di Malaysia. Negara-negara Tmur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, Jordan dan sebagainya sudah lama mengamalkan sistem perbankan tanpa riba selain konsep-konsep muamalah yang lain seperti mudharabah, musyarakah ataupun bai-bitamin ajil dalam pembelian rumah. Bank dari negara Kuwait misalnya......

Words: 2866 - Pages: 12

Free Essay

Kominikasi & Masyarakat

...produktiviti yang meningkatkan kerja serta memperluas pengetahuan individu dan institusi sosial dalam menjalani aktiviti sosial ekonomi serta alat pemprosesan meningkatkan informasi. Kesan daripada evolusi media baru terhasilnya globalisasi iaitu aktiviti melampaui sempadan negara (Thompson, 1995). Globalisasi menyingkatkan jarak perhubungan manusia di serata dunia melalui komunikasi elektronik (Carely 1992 in Flew 2002). Pakar-pakar menggambarkan ia sebagai the “death of distance” (Cairncross, 1998). Ini kerana media baru secara radikal menghapuskan hubungan fizikal dan sosial dengan menjadikan lokasi fizikal individu tidak lagi penting dalam hubungan sosial sesama manusia (Croteau and Hoynes, 2003). Dengan wujudnya media baru, maka terhasil masyarakat maya yang bergerak secara dalam talian atau online, kelompok maya ini bergerak sebagaimana apa yang kita lakukan dalam kehidupan biasa seperti bertukar-bertukar pandangan ilmiah, melakarkan perancangan, bercakaran atau menjalinkan hubungan percintaan (Rheingold: Slevin, 2000). Malah ia dapat melakukan perkara yang hampir mustahil dilakukan manusia di luar kehidupan alam maya memandangkan ia bergerak tanpa sempadan (Holmes, 2005). Secara tidak langsung membolehkan manusia memilih sebarang gaya hidup yang dirasakan bersesuaian dengan diri mereka, ini kerana pemasaran media baru tidak tertumpu kepada kelompok masyarakat tetapi secara individu yang berasingan (Manovich 2001:42). Media baru adalah bersifat digital iaitu......

Words: 3739 - Pages: 15

Free Essay

Ekonomi

...omiPENGANTAR ILMU EKONOMI I (Ekonomi Mikro) Oleh : Ramlan Ruvendi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga Jl. Raya Pajajaran 100, Bogor ILMU EKONOMI Pengertian Ilmu Ekonomi • Scarcity (Kelangkaan) Alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas sementara kebutuhan manusia tidak terbatas. Choices (Pilihan-Pilihan) Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia sementara kebutuhan tidak terbatas mendorong manusia melakukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Opportunity Cost (Biaya Kesempatan) Manusia bersifat rasional artinya pertimbangan menurut prinsif ekonomi dan untung rugi Oleh karena itu ekonom akan memandang bahwa alat rugi. pemuas kebutuhan akan dinilai berdasarkan alternatif penggunaannya untuk kesempatan yang lain. Jadi ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan (alokasi) atas sumber daya yang langka dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. • • 1 Masalah Ekonomi : • Apa yang harus diproduksi dan berapa banyaknya ? • Bagaimana memproduksinya ? • Untuk siapa barang dan jasa diproduksi ? Barang dan Jasa • Barang Ekonomi dan Barang Bebas g g • Barang Akhir : • • Durable goods Undurable goods Barang Modal (barang dibuat untuk menghasilkan barang lain). Barang Antara (barang yang belum dapat langsung digunakan konsumen/perlu diolah lebih lanjut). Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi ? • Memperbaiki cara berfikir yang membantu pengambilan keputusan. • Membantu memahami masyarakat. •......

Words: 4083 - Pages: 17

Free Essay

Individu, Kelompok, Dan Masyarakat

.................................................7 Kelompok.....................................................................................................................19 Komunikasi..................................................................................................................22 Masyarakat...................................................................................................................25 Kebudayaan..................................................................................................................29 Kesimpulan...................................................................................................................37 Pengantar Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Tuhan memberikan otak dan hati nurani kepada manusia agar manusia dapat berpikir dan memutuskan sendiri apa yang baik dan tidak baik. Otak manusia memiliki cara kerja yang berbeda-beda sehingga menghasilkan individu dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda pula. Dengan segala keragaman dan perbedaannya, manusia yang pada hakikatnya adalah mahluk sosial membentuk kelompok dan kelompok-kelompok tersebut membentuk masyarakat yang terikat pada suatu tradisi dan adat istiadat dalam suatu kebudayaan yang dapat berubah seiring dengan perkembangan jaman. Fungsi Otak 1.1 Tiga Serangkai Otak (The Triune Brain) Otak memiliki tiga lapisan. Lapisan yang tertua dikenal sebagai R-complex, lapisan kedua disebut Limbic......

Words: 7695 - Pages: 31

Free Essay

Desentralisasi Fiskal Dan Pertumbuhan Ekonomi

...DESENTRALISASI FISKAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH Fiscal Decentralitation and Regional Economic Growth Murdiono1 1Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan, Jl. Dr Wahidin Raya No 1, Jakarta 10710, Indonesia, murdiono@depkeu.go.id Makalah diterima: 23 Februari 2015 Disetujui diterbitkan: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sampel yang dipilih adalah seluruh pemerintah provinsi yang menerima alokasi dana perimbangan dari tahun 2010-2013 kecuali DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Stastisik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Kemudian data diolah dan dianalis melalui analisis deskriptif dan pengolahan analisis regresi berganda dengan aplikasi eviews6. Hasil penelitian menunjukkan baik secara parsial maupun bersama-sama, desentralisasi fiskal (alokasi DBH dan DAU) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan daerah, maka daerah harus berusaha mengoptimalkan DBH, mengurangi ketergantungan terhadap DAU dan meningkatkan sumber PAD. Kata Kunci: desentralisasi fiskal, kemandirian daerah, pertumbuhan ekonomi daerah. Abstract This study aim to know the effect of fiscal decentralization on regional economic growth. The selected sample is the entire provincial governments that receive equalization fund allocation......

Words: 3959 - Pages: 16

Free Essay

Dasar Ekonomi Baru

...DEB dilaksanakan menerusi strategi serampang dua mata iaitu membasmi kemiskinan tanpa mengira kaum dan menyusun semula masyarakat untuk mengurangkan dan seterusnya menghapuskan pengenalan kaum mengikut fungsi-fungsi ekonomi. Pembangunan yang telah dicapai semenjak kemerdekaan sehinggalah tercetusnya tragedi 13 Mei bukan sahaja gagal mengatasi masalah kemiskinan malah pernah dianggap memburukkan lagi masalah tersebut. Pembangunan ekonomi yang pesat dalam tempoh tersebut tidak dapat dinikmati oleh sebahagian besar penduduk negara. Jadual di bawah menunjukkan kadar kemiskinan di Semenanjung Malaysia pada tahun 1970. Ia jelas menunjukkan kemiskinan dalam kalangan kaum Melayu lebih tinggi berbanding dengan kaum Cina dan India. Juga disertakan dan didapati purata pendapatan kaum Melayu yang jauh lebih rendah dimana kaum Melayu hanya RM162 sebulan, sedangkan kaum India berpendapatan RM310 sebulan dan kaum Cina RM399 sebulan. Jadual 1.0: Semenanjung Malaysia : Kadar Kemiskinan dan Pendapatan Purata Isi Rumah, 1970. Kaum Kadar Kemiskinan (%) Pendapatan Purata Isi Rumah (RM Sebulan) Nisbah Pendapatan Melayu 56.4 162 - Cina 19.2 399 Cina/Melayu=2.32 India 28.5 310 India/Melayu=1.76 Sumber : Malaysia, Kajian Separuh Penggal RM ke-2 (1971-1975).Ishak dan Rogayah (1986) Oleh itu, Pembasmian kemiskinan merupakan salah satu usaha kerajaan dalam pelaksanaan DEB kerana kemiskinan bukan sahaja berlaku di luar bandar malah di bandar juga. Definisi secara umum tentang kemiskinan ini......

Words: 552 - Pages: 3

Free Essay

Hubungan Antara China Dengan Melayu Di Malaysia Dari Aspek Ekonomi Dan Politik

...Dari Aspek Ekonomi Hubungan antara China dengan Malaysia sudah lama wujud iaitu sebelum permulaan tahun Masihi sejak zaman Dinasti Han (140-117 S.M). Pemerintahan zaman Dinasti Tang (618-907 M) telah mewujudkan hubungan diplomatik dengan negara luar melalui pembukaan tujuh jalur jalan dagang dengan dunia luar, satu daripadanya ialah perjalanan laut dari Guangzhou dengan India, Parsi dan Arab melalui Alam Melayu seperti Semenanjung Tanah Melayu, Srivijaya, He-Ling (Jawa) dan lain-lain. Dinasti Song (960-1279) juga telah meneruskan hubungan baik dengan negeri­negeri luar tetapi menumpukan lebih banyak kepada bidang perniagaan terutama dengan negeri-negeri di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Barat. Hubungan paling gemilang dan bermakna antara Alam Melayu dengan China ialah yang dijalinkan antara Kesultanan Melaka dan Dinasti Ming dalam abad ke-15. Persahabatan antara Melaka dan China wujud sebelum itu lagi apabila seorang utusan Raja China sampai di Melaka pada tahun 1403 dan Parameswara membalas dengan satu perutusan ke China pada tahun 1405. Laksamana Cheng Ho telah membawa hadiah bingkisan daripada Raja China, yang dibalas pula oleh Parameswara pada tahun 1407. Seterusnya beberapa orang Raja Melaka telah melawat China iaitu Parameswara (1411), Megat Iskandar Syah (1414), Sultan Muhammad Syah (1424) dan Sultan Abu Syahid (1445). Sebelum kedatangan, British bilangan masyarakat Cina terlalu kecil dan terlibat dalam bidang perniagaan. Penghijrahan secara beramai-ramai......

Words: 1177 - Pages: 5

Free Essay

Ekonomi Kerakyatan Dalam Era Globalisasi

...EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Bahasa: Indonesia Penulis: Mubyarto Judul Jurnal: Jurnal Ekonomi Rakyat Nomor: Th. I - No. 7 - September 2002 Bidang: IlmuEkonomi Kata Kunci: Ekonomi, globalisasi Abstrak Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila. Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Ringkasan dan Implikasi Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi “Mazhab Amerika”, pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak, dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan, yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. Praktek-praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian, dan upaya mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian, hukum, dan sejarah bangsa Amerika, mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. UGM telah memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Pancasila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM mencuatkan dan menggerakkan pemikiran-pemikiran......

Words: 1255 - Pages: 6

Free Essay

Ekonomi

...Working Paper In Economics & Finance Oleh : MOHAMMAD HANIF I. PENDAHULUAN Indonesia selama kurun waktu 50 tahun pasca kemerdekaan, telah mengalami dua periode kepemimpinan dengan fokus pembangunan ekonomi yang berbeda. Pada era Soekarno, pembangunan lebih diarahkan pada upaya peningkatan “persatuan dan kesatuan bangsa”, sehingga praktis perekonomian tidak tertata rapi dan menyebabkan perekonomian Indonesia saat itu semakin hancur. Ini disebabkan adanya politik Isolasi Nasional dan menumpuknya defisit APBN dari tahun ke tahun. Puncaknya, tahun 1965-1966 terjadi krisis ekonomi nasional dan Presiden Soekarno harus turun dari tampuk pimpinan Indonesia. Pada era pemerintahan Soeharto, pembangunan berfokus pada perekonomian yang ditandai adanya grand planning pembangunan yaitu Repelita yang dimulai tahun 1969. Pada itu, pembangunan perekonomian berfokus pada upaya meningkatkan investasi luar negeri dan perdagangan. Perekonomian Indonesia saat itu mengesankan. Secara umum, Indikator perekonomian saat itu menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan tidak ada kekhawatiran. Data BPS menunjukkan bahwa periode 1980-1990, perekonomian Indonesia mengalami kenaikan pesat. Kenaikan ini sebagian besar ditopang dari kontribusi eksploitasi sumber daya alam. GDP Indonesia 1970-1995 tumbuh rata-rata 6.8% dengan laju inflasi yang dapat ditekan dibawah 10% (single digit). GDP per kapita di tahun 1995 mencapai $1.023 atau meningkat 15 kali lipat. Ini merupakan sustainabilitas......

Words: 9082 - Pages: 37

Free Essay

Pengaruh Tamadun Islam Keatas Masyarakat Eropah

...[pic] FACULTY OF ECONOMY AND MANAGEMENT COURSE CODE : SKP 2203 COURSE NAME : TAMADUN ISLAM & ASIA PROGRAM NAME : BBA DATE : 12 APRIL 2014 SEMESTER 1 TRISEMESTER 3 ASSIGNMENT SUBMITTED BY : 1. MAR BINTI MOHD NASIR EX03032 2. NURUL IZATI BINTI HAMZAH EX03027 3. NURUL AMALINA `ADANI BINTI MOHAMMAD EX03035 4. MOHD FIRDHAUS BIN SHAHARIM EX03057 5. MOHAMED AL-GADHAFEE ABDUL RAHIM EX03059 SUBMITTED TO : DR ARFAH AB. MAJID PENDAHULUAN Setiap tamadun mengalami graf kelahiran, kebangkitan, klimaks dan kejatuhannya tersendiri. Zaman kemunduran yang mereka alami tidak bermakna tiada tindakan susulan yang diambil. Ia bagaikan sebuah kitaran hidup di mana setiap kejayaan akan berakhir dengan kejatuhan dan mereka akan bangkit semula daripada kejatuhan dan akhirnya kemajuan dapat dikecapi semula. Begitu juga dengan sejarah Zaman Kegelapan Barat, di mana kemajuan Tamadun Islam merupakan titik tolak kemunculan semula kejayaan mereka. Berikut merupakan pengaruh dan sumbangan Tamadun Islam terhadap kebangkitan Zaman Kegelapan Barat. PENGARUH TAMADUN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN TAMADUN BARAT 1) Faktor Islam itu sendiri Keadaan masyarakat Arab sebelum kemunculan Islam mempunyai persamaan dengan keadaan masyarakat Eropah pada zaman kemunduran mereka. Kezaliman politik, kejatuhan ekonomi, dan kesengsaraan rakyat merupakan persamaan yang sangat jelas jika dibandingkan secara keseluruhannya. Islam amat mementingkan......

Words: 700 - Pages: 3